Mencatat kekuatan luar
Dalam kemelaratan berkepanjangan seperti ini, dengan aneh dan ganjil aku menyadari sesuatu bahwa akan lebih mudah segala sengkarut disimpulkan dan disederhanakan semuanya berasal dari kekuatan luar. Kita akan lebih mudah menerima, ringkas, lurus, dan santet adalah biang keladinya. Aku dan kau akan sama-sama memiliki musuh sama, santet jugalah yang menghambat rezeki --memutar keran hingga tertutup tanpa ampun.
Hanya saja, anggapan yang demikian dengan menyalahkan kekuatan luar adalah solusi imajinatif yang cukup mengkhawatirkan. Aku dan kau mestinya sudah mulai mempertanyakan tentang kesehatan mental, apalagi kalau-kalau masalah kemelaratan itu berkepanjangan. Aku dan kau barangkali sudah putus asa melihat solusi rasional yang punya banyak sekali tahapan rumit serta kesulitan tak tertahankan pada masing-masingnya, sehingga lebih memilih solusi mistis dengan mengkambinghitamkan santet, atau apa pun kekuatan luar yang bermakna serupa.
Kita akan mulai percaya pada tanda-tanda, lebih khusus tanda tangan dan telapak tangan. Aku dan kau bisa saja akan membayar dengan semua sisa uang di kantong untuk sebuah jasa analisis tanda tangan dari media sosial. Mempercayai klaim bahwa mengubah tanda tangan akan mengubah hidup. Aku dan kau kemudian maklum dengan semua itu, mencoba menemukan gambaran analogi yang tepat hanya untuk menguatkan klaim mistis itu. Lantas, pikiranku dan pikiranmu memikirkan bahwa orang yang bahagia sering senyum, jadi kalau kaupaksa senyum terus hidupmu jadi bahagia. Cocok.
Atau yang lebih ekstrem, aku dan kau mencari orang pintar karena telah mengakui bahwa kita bodoh. Dia lantas menyarankan untuk menyiram halaman rumah menggunakan seember air garam yang sudah dicampur dengan air ludahnya. Begitu pula setiap pojokan kamar agar setan-setan kiriman tidak punya kesempatan menyempitkan rezeki. Namun, kebodohan yang paling pamungkas tidak berada di sana. Aku dan kau terpaksa mengajukan pinjaman dari pinjol untuk membayar orang pintar yang berhasil memintari kita sebagai orang bodoh.
Padahal, jika hanya mau mencari solusi mistis untuk kemelaratan berkepanjangan, aku dan kau cukup mengharapkan menemukan emas batangan 1 kg saat sedang memancing ikan. Itu jauh lebih ringkas dan lurus, dan secara murni menunjukkan bahwa aku dan kau sudah mencapai batas putus asa yang purna.
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi