Mencatat suara anomali

Berangkat genduri pakai sarung dan peci
bawa perut kosong
juga seikat hafalan doa-doa keselamatan dari
sekelumit kemelaratan
bersalam-salaman
duduk diam
sampai imam asing yang ditunjuk hadirin
memulai tahlilan

Di tanah sepi ini
tidak ada pembahasan antara aku dengan
orang-orang
pandangan mengawang-awang
ingin pulang

Nama mayit disebut
sebuah suara anomali di sudut belakang bercampur
suara-suara yang lebih riuh

Al-Fatihah juga Al-Fatihah yang itu
Al-Baqarah juga Al-Baqarah yang itu
Al-Ikhlas juga Al-Ikhlas yang itu
Al-Falaq juga Al-Falaq yang itu
An-Nas juga An-Nas yang itu
Selawat juga selawat yang itu
Tasbih juga tasbih yang itu
Tahmid juga tahmid yang itu
Tahlil juga tahlil yang itu
Takbir juga takbir yang itu
Yasin juga Yasin yang itu
Aamiin juga aamiin yang itu

Menjadi satu suara
yang buta
bergandengan tangan
memanjatkan doa

Setelah semuanya. Aku diam. Sendiri-sendiri
dipeluk sepi lagi

Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.

☕ Traktir kopi