Komedi keparat yang lain
Yang sedang berjuang dalam kekosongan
kertas kosong warna putih gading
lusuh di tangan basah sehabis cawik
otak kosong menyusun kata demi kata
tak pernah sampai pada pemahaman yang cantik
dompet kosong membawa kabar buruk dan ketakutan
lubangnya besar menganga siap menelan apa saja
Kupetik mawar mekar dari ujung langit
menggantung di telinga hangatmu
melingkar di leher manismu
menghiasi jemari lentikmu
membombardir aku dengan teror tak berkesudahan
Siapa pun yang punya mata akan mampu melihat cantikmu
yang tiada tara
itu jugalah bayaran yang setara
Sore ini aku mengeluh kepada seorang kenalan
memberinya kunci keramat
menuntunnya menuju kotak harta memalukan
tuntas dilihatnya semua yang kita tanggung
Senyum tipisnya miris
dia katakan bahwa sengkarut kita belum apa-apa
berceritalah dia tentang bini dan anaknya
yang antara keduanya tidak kutemukan duka
sebagaimana milik kita
Aku telah salah memberi kunci, Sayang.
Aku ingin pulang
menikmati cantikmu yang tak tertandingi
oleh mekar bunga mana pun
oleh getir takut apa pun
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi