Cara mancing ikan dengan menikmati prosesnya

Buatku, mancing ikan tidak sebatas mencari ikan. Ada tujuan yang lebih luhur, sesuatu yang memiliki jiwa, yang barangkali harus kutulis dalam catatan panjang untuk menjelaskan semuanya. Tetapi, itu tidak di sini.

Di sini, kita akan membahas sesuatu yang lebih sederhana. Yaitu cara mancing ikan dengan menikmati setiap prosesnya. Segala kerumitan yang ada di dalamnya.

Juga, termasuk rantai panjang hari-hari yang penuh keboncosan.

Cara mancing ikan


Cara mancing ikan berdasarkan spot mancing

Biar seperti artikel di blog mancing yang lain, tidak ada salahnya kita mulai pembahasan dengan cara mancing ikan dari sisi teknis.

Sebab, setiap spot punya tantangan dan misteri masing-masing.

1. Mancing ikan di sungai

Sungai sendiri dapat kita bagi menjadi banyak sekali jenis turunan. Misalnya:

  • Sungai irigasi kecil;
  • Sungai sedang;
  • Atau, sungai besar.

Ada banyak hal jika harus membahasnya satu-satu.

Namun ternyata, satu-satunya yang penting adalah berangkat memancing.

Khusus mancing ikan di sungai, kau bisa mengabaikan teknik yang rumit.

Contohnya begini. Kamu hanya membawa joran tegek pendek ukuran 210 cm. Sedang sungai yang kamu datangi ternyata sangat besar, dengan arus yang begitu deras. Tidak perlu khawatir, soalnya akan selalu ada tempat untuk mancing dengan joran pendek sekalipun.

Lain lagi kalau kita membicarakan teknik dan cara mancing ikan di sungai yang ideal.

Dalam pembahasan itu, kita akan bertemu dengan beberapa teknik, seperti:

  • Pelampungan, mancing menggunakan pelampung sebagai penanda ikan makan.
  • Dasaran --istilah kerennya bottom fishing-- dengan atau tanpa pelampung asal umpan berada di dasar.
  • Glenderan, disebut juga teknik enter-enter atau mancing angon kumbul. Membiarkan pelampung hanyut terbawa sungai.
  • Mancing mecut, menggunakan joran pancing seperti pecut atau cambuk. Kemungkinan besar pakai umpan uler kandang, maggot, laron, atau ceremenje.
  • Mancing ombyok. Khusus untuk ini, aku ragu apakah ombyok/gombyok itu teknik mancing atau bukan.

Untuk mendapatkan keterampilan dari tiap-tiap teknik yang kusebut di atas sangatlah mudah.

Kamu cukup meningkatkan jam terbang mancing, misalnya sehari tiga kali.

2. Mancing ikan di laut

Nah, kalau ngomongin ikan pancing laut, tantangannya akan beda lagi.

Ada musim, ombak, angin, dan pasang surut yang menjadi faktor penting dalam perhitunganmu.

Mancing laut sebenarnya tidak melulu harus pakai kapal. Soalnya, ada mancing pasiran (dari pantai) atau tebingan (dari tebing); yang keduanya sama-sama sudh tergolong dalam kategori mancing laut.

Soal umpan mancing ikan laut pinggiran, aku biasanya hanya pakai udang, cacing laut, atau undur-undur laut.

Sebaiknya, bawa udang rebon sungai dari rumah. Kau tetap bisa pakai udang laut besar-besar dengan cara memotongnya menjadi kecil-kecil, asalkan kompromi dengan harganya yang selangit.

Selain udang, umpan mancing ikan laut pinggiran ada begitu banyak. Dan khusus untuk itu, akan kubahas dalam catatan lain jika ada waktu.

Sedangkan kalau targetmu adalah mancing ikan besar, katakanlah ikan kuwe, tentu membutuhkan peranti alat berat dan sebuah kapal.

Beda dengan mancing di sungai pinggir rumah yang mana kita hanya modal kontol saja. Mancing di laut perlu modal sesuatu yang sulit kita peroleh --setidaknya untuk sekarang-- di negara ini, itu adalah uang.

3. Mancing ikan di danau

Kita bisa menyamakan antara danau, waduk, dan muara payau. Dalam hal ini, suasana akan menjadi lebih tenang.

Kamu akan merasakan kesunyian (kalau pun bukan kesepian), karena tidak terdengar ombak seperti mancing di laut.

Air waduk cenderung diam. Sehingga teknik pelampungan cukup ampuh daripada dasaran.

Hanya saja, kembali ke target ikan. Kalau target ikan berada di dasar, bottom fishing bisa jadi pilihan.

Waduk akan mengajarkan kita cara mancing ikan dengan santai. Menikmati pemandangan yang terbentang luas. Serta ikan yang melimpah, meski itu hanya mancing di pinggiran.

4. Mancing ikan di bekas galpas

Apa itu galpas? Galpas adalah singkatan dari galian pasir. Ini merupakan spot mancing yang berada di pinggiran sungai besar.

Kondisi perairan seringkali dalam dengan air tenang. Lebih banyak didominasi ikan invasif seperti ikan nila dan mujair.

Tetapi tidak jarang ikan-ikan dari sungai besar masuk ke bekas galpas saat air umprik atau pasang. Seperti ikan jendil, bekel, tawes, bader abang, dan sebagainya.

Spot semacam ini selalu menyimpan kejutan.

Barangkali kau akan menemukan cerita pernah ada orang mati tenggelam di salah satu bagian galpas. Menjadikannya sebagai spot angker yang justru menantang untuk didatangi, terutama saat malam hari.

5. Mancing ikan di kolam

Ikan sudah tersedia, kamu hanya perlu menyediakan uang untuk membeli tiket.

Mancing kolaman itu juga mulia, soalnya, kamu lebih memilih beli tiket daripada toket.

Mancing di kolam pemancingan menjadi tidak mulia jik sudah ada campur tangan dukun saat lomba.

Jenis ikan kolam yang umum seperti lele, gurame, atau ikan mas. Mancing lele siang hari misalnya, di kolam yang ikannya sudah tersedia akan lebih mudah melakukannya daripada alam liar.

Itu kalau tujuanmu mancing memang mencari ikan.


Kunci cara mancing ikan adalah menikmatinya

Pertanyaan seperti, bagaimana cara mancing ikan agar dapat banyak? Selalu tidak menarik bagiku.

Jujur, aku ini boncosan, dan karenanya aku tetap bangga terus mancing setiap hari.

Yang lebih menarik adalah, bagaimana menikmati setiap proses mancing itu sendiri.

Terlalu banyak keindahan yang terlewatkan dalam ketergesa-gesaan. Kamu tidak perlu buru-buru merakit pancing, memasang umpan, atau tidak sabar menunggu ikan makan.

Nikmati saja setiap langkah demi langkah itu, meski pada akhirnya waktu mancing hanyalah sebentar.

Itu akan jauh lebih berkesan. Sulit terlupakan.

Kalau kamu hanya fokus dengan target harus dapat ikan, justru momen-momen kecil dalam proses menuju memncing itu terlewat begitu saja.

Padahal, cara mancing ikan yang membuat ketagihan itu dari prosesnya.

Entahlah, setiap orang beda-beda, tidak bisa disamaratakan. Ada yang suka duduk di pinggir perairan, mendengar suara air, merasakan angin, menunggu pelampung bergerak, melihat cewek naik motor lewat, atau lainnya.


Boncos sudah mendarah daging dalam diri kita

Boncos adalah kondisi tidak mendapat ikan. Pulng tanpa hasil sama sekali.

Namun, jika kita tidak selalu menganggap "hasil" sebagai "ikan", dalam kerangka artian ini sebenarnya kita tidak pernah boncos. Soalnya, setiap berangkat mancing akan tetap menghasilkan.

Contohnya, kita berangkat dengan sekelumit sengkarut di kepala. Kemudian setelah pulang --meski tidak dapat ikan-- kita memperoleh sesuatu yang lain, pikiran tidak lagi pusing.

Aku dan kamu bisa melupakan bagaimana bini ngomel atau cibiran tetangga julid.

Tentu saja, dengan berhasil menghindari untuk menanggapi hal-hal itu dengan kemarahan.

Memancing ikan menghindarkan kita dari marah-marah yang bisa berujung sesuatu yang lebih buruk.

Boncos jugalah yang membawa kita kembali untuk memancing ikan. Kalau kamu sering boncos pasti paham.

Rasa penasaran untuk mencoba lagi itu malah datang setelah gagal.

Ada semacam dorongan untuk belajar lebih jauh soal cara mancing ikan. Meski sebenarnya, dalam mempelajarinya tidak akan sampai pada kata tamat.

Mancing ikan sama dengan belajar, ini proses seumur hidup.


Menikmati mancing ikan untuk dapat pengalaman

Dalam banyak deskripsi profil, aku selalu menulis begini, "Sekadar manusia biasa yang di waktu luang memancing ikan, dan di waktu yang lebih luang menulis cerita".

Ya..., bagiku, mancing dan cerita itu saling berkelindan.

Selalu ada cerita yang bisa kita bawa pulang. Entah soal obrolan dengan pemancing lain yang bahkan tidak kita tahu namanya, tentang pemandangan matahari terbenam yang tidak akan kita temui kalau hanya rebahan di rumah sambil ngocok, atau tentang situasi nyaris mati karena tidak sengaja menginjak ekor kobra.

Selalu saja ada cerita. Ya, cerita mancing.

Jadi, kalau kau tidak menemukan cerita mancing di blog ini, itu artinya aku belum memiliki cukup waktu luang untuk menulis cerita di tengah kesibukanku memancing.

Kamu bisa mencobanya. Mencoba untuk sesekali pergi mancing tanpa membawa harapan apa pun selain menikmati waktu.

Abaikan cara mancing ikan yang rumit. Berangkat saja mancing!


Yang lebih penting dari cara mancing ikan

Jadi, apa yang kita dapat setelah sampai di bagian ini? Ternyata, ada begitu banyak sesuatu yang lebih penting dari teknis cara mancing ikan; sedikit dari sesuatu itu, antara lain:

  • Menikmati setiap prosesnya;
  • Bersosial menjalin keakraban;
  • Berangkat mancing dengan kelegaan setelah menyelesaikan kewajiban;
  • Memancing untuk menghindari hal-hal buruk yang kita lakukan;
  • Tidak gentar dengan keboncosan;
  • Selalu mendapat cerita baru setiap episode mancing;
  • Memperoleh semacam ketenangan yang konon hanya ada di surga.

Setelah semuanya. Kau boleh mendefinisikan cara mancing ikan sesuai keyakinan masing-masing.

Jika berangkat memancing tidak lain adalah untuk mendapat ikan, itu pun sah-sah saja.

Tetapi kalau boleh memberi saran. Cobalah sadari bahwa kamu sedang memancing, duduk di pinggir perairan itu memegang tegek. Serta sadari juga bahwa kamu masih hidup dan waras. Sesuatu yang didambakan semua orang yang sudah mati.

Memancing ikan jugalah menunggu giliran.

Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.

☕ Traktir kopi