Alat pancing sidat dan umpan yang ideal

Perlu kita tekankan di sini, bahwa kata ideal dalam alat pancing sidat dan umpan ini merupakan saran. Bukanlah keharusan.

Sidat termasuk salah satu target pancingan yang sangat menantang. Seolah memiliki kasta tersendiri --sejajar dengan King Garitel.

Nah, sebenarnya sidat itu ikan atau belut?

Secara ilmiah, sidat tergolong ikan, meski bentuk tubuhnya memanjang dan licin seperti belut.

Perbedaan itu penting saya jelaskan di awal karena tidak sedikit yang kurang tepat menyiapkan alat pancing sidat akibat menganggapnya sebagai belut.

Selain alat, nilai jual sidat sebenarnya cukup menggiurkan.

Harga sidat 1 kg di pasaran hingga Rp350 ribu tergantung ukuran dan kualitasnya. Sehingga, target mancing ini bukanlah kaleng-kaleng.

Alat pancing sidat dan umpan yang ideal


Rekomendasi alat pancing sidat

Sidat aktif malam hari (nokturnal), tetapi kalau di spot mancing memang banyak sidatnya, tidak jarang mancing siang pun tetap ada hasilnya.

Alat mancing sidat di sini saya khususkan untuk teknik dasaran di sungai besar. Bukan memancing dengan teknik mencari lubang sidat seperti belut.

1. Joran

Joran medium-heavy sudah action sudah cukup. Anda tidak perlu menggunakan joran yang benar-benar kaku.

Yang Anda butuhkan adalah joran yang lebih ulet. Misalnya berbaha fiber solid, atau karbon dengan grade modulus tinggi.

Kalau mau tidak ribet custom joran sendiri. Bisa pilih joran pasiran (surf rod) dengan panjang 270 saja.

Itu sudah cukup.

2. Senar

Terkait dengan ini, jangan gunakan benang PE sebagai alat pancing sidat.

Pakai senar mono karena lokasi sidat bersembunyi seringkali di bebatuan. PE akan lebih mudah putus saat bergesekan dengan batu.

Kekuatan setidaknya 20-30 lb. Senar merupakan bagian yang cukup penting. Diameter ideal yaitu 0.40 - 0.45 mm. Kalau mau pakai 0.25 mm tidak apa-apa, justru lebih menantang.

Jantung Anda akan terpompa lebih cepat saat mendapat sambaran sidat monster.

3. Timah

Fungsinya sebagai pemberat karena fokus pada rekomendasi alat pancing sidat ini teknik dasaran di sungai besar.

Gunakan timah atas (bukan timah anting bawah). Ukurannya sesuaikan dengan arus sungai.

Kalau saya, akan menyarankan timah bentuk jantung dengan berat 60 gram. Itu sudah pas untuk dikombinasikan dengan senar 0.40 mm.

4. Kail

Sebelum kail, sebaiknya pasang anting atau kili-kili. Kita tidak akan menggunakan stopper untuk menghentikan pergerakan timah.

Kili-kili

Mancing ikan sidat membutuhkan waktu tunggu yang relatif lama. Oleh karenanya, sebisa mungkin benar leader tidak kusut saat berada di dalam air dengan menggunakan kili-kili, anting, swivel pancing, atau apa pun Anda menyebutnya.

Leader

Anda bisa menggunakan senar leader khusus dengan beban kekuatan setara. Atau yang lebih sederhana, gunakan saja senar yang sama dengan senar utama. Namun, perlu dipelintir 2 menjadi 1. Cara ini akan jauh lebih berguna karena leader tidak akan kusut.

Mata kail

Berikutnya, kail ini agak kompleks. Tergantung umpan yang Anda pakai.

Kalau pakai usus ayam, bisa menggunakan 2 mata kail yang dipasang secara vertikal dalam satu senar. Satu kail kecil (misal ukuran 6) untuk mengaitkan umpan, satunya lagi kail utama berada di bawah (misal ukuran 13).

Ada banyak merek kail dengan ukuran yang berbeda-beda. Anda bisa memilihnya sendiri dengan perkiraan kail tersebut tidak terlalu kecil untuk ukuran sidat target. Kalau saya sarankan Mustad atau Berkley nanti Anda protes.


Umpan mancing sidat pakai apa?

Nah, setelah memahami alat pancing sidat untuk mancing dasaran di sungai besar, sekarang untuk bagian umpan mancing sidat saya bahas di bagian tersendiri di sini. Soalnya ada cukup banyak.

Di antara semua umpan yang pernah saya pakai, hanya usus ayam saja. Sebab, kalau sidat ternyata tidak makan, masih ada kemungkinan ikan tawes yang makan. Jadi, efektif tidaknya umpan lain itu saya tidak tahu.

Informasi umpan ini saya ambil dari banyak sumber pemancing yang mengkhususkan diri memancing sidat. Beberapa agak ekstrem, jadi... langsung saja.

1. Usus ayam

Sidat itu ikan karnivora dengan penciuman yang sangat tajam, sehingga makanan favorit sidat liar umumnya berupa hewan hidup atau yang berbau amis menyengat. Salah satu yang menjadi favoritnya adalah usus ayam.

Apakah usus ayam segar?

Ya. Usus ayam segar yang masih lengkap dengan isi usus.

Kalau Anda mau pakai usus bacem yang aromanya luar biasa itu tidak apa-apa, aroma harum yang tidak akan hilang dari kulit selama tujuh hari jika tidak sengaja menyentuhnya.

2. Katak sawah

Bukan anak katak (percil) yang berukuran kecil kalau target Anda adalah sidat monster. Pakai saja katak dewasa. Ciri katak sawah yang saya maksud, pada tubuhnya ada corak garis warna hijau.

Katak tergolong umpan live bait, oleh karenanya usahakan katak masih hidup dengan mengaitkan ke bagian tubuh tidak vital. Ini akan memancing insting sidat untuk makan, bisa juga predator lain yang doyan lalu menyambar.

Kalau Anda tidak tega melakukannya karena katak jugalah salah satu makhluk Allah. Anda bisa langsung membanting katak untuk mengakhiri penderitaannya dulu, lalu menggunakannya sebagai umpan katak mati.

Yang mana saja tidak masalah.

3. Ulat sagu

Salah satu referensi saya menyarankan untuk menggunakan ulat sagu dewasa dengan mata kail besar. Di mana langsung memasang 3-4 ekor ulat sekaligus di kail tersebut jika menargetkan mancing sidat monster.

Ulat sagu tidak perlu dimasukkan kail, hanya sedikit dari tubuhnya saja. Kalau Anda sering mancing menggunakan maggot BSF di sungai, nah, cara pasangnya mirip dengan itu.

4. Anak burung

Selanjutnya, umpan mancing sidat menggunakan anak burung, khususnya burung emprit.

Penting saya sampaikan di sini. Umpan burung emprit itu menggunakan seluruh tubuhnya (utuh).

Dan efektifnya adalah untuk mancing malam hari.

Sedangkan malam, tidak hanya sidat yang aktif cari makan. Bisa juga biawak dan buaya, kalau di sungai tersebut masih ada buayanya. Jadi, berhati-hatilah.

5. Embrio unggas

Inilah yang saya maksud umpan sidat ekstrem. Embrio yang berasal dari telur ayam atau bebek, di mana telur tersebut belum menetas sempurna.

Di dalamnya mengandung aroma protein tinggi alami yang sangat disukai sidat. Hanya saja, umpan ini spesial dan ekstrem.

6. Belut kecil

Fakta di spot mancing, sidat itu ikan kanibal.

Sidat akan menyambar hewan berbentuk memanjang dengan ukuran yang lebih kecil dari tubuhnya. Kaitkan belut kecil pada kail, kita menggunakan belut hidup.

Atau, tidak masalah jika Anda lebih nyaman untuk memotongnya kecil-kecil dulu. Selain sidat, umpan ini juga sangat disukai channa terbesar, yaitu toman.

7. Udang

Umpan udang terlalu umum dan menjadi makanan favorit tidak hanya sidat. Mengingat alat pancing sidat itu besar, umpan udang pun juga mesti besar. Jangan pakai udang rebon karena nanti malah dapat ikan sili alias berot.

Saya memasukkan udang ke dalam umpan sidat lantaran sudah terbukti bisa menangkapnya. Meski awalnya bukan untuk mancing target sidat, entah kenapa sidat juga mau makan.

8. Cacing plungker

Cacing plungker atau cacing tanah berwarna hitam dan berukuran besar merupakan umpan klasik yang tidak boleh ketinggalan.

Langsung pasang 3-4 ekor dalam satu kail. Ikan kecil tidak akan doyan. Pun kalau memaksa makan, tidak akan membuat cacing lepas dari kail.

Tekstur cacing plungker sebagaimana yang sama-sama kita ketahui sangatlah alot.


Akhir kata

Saya rasa mancing ikan besar --termasuk sidat monster-- membutuhkan persiapan dan kesabaran yang jauh lebih besar daripada mancing ikan kecil.

Mancing ikan kecil, katakanlah wader, kita akan langsung mendapat respons saat umpan turun ke air.

Sedangkan mancing sidat di sungai besar dan arus deras, kita mesti menunggu berjam-jam yang belum tentu mendapat sambaran.

Jadi, kesesuaian antara alat pancing sidat dan umpan yang kita gunakan perlu juga diperhatikan.

Berangkat penuh semangat, lalu pulang lemas karena boncos bukan jadi soal. Boncos adalah darah-daging kita sebagai pemancing di Indonesia. Salam.

Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.

☕ Traktir kopi