13 Spot mancing Desa Kerjen, Srengat, Blitar
Mari kita bahas spot mancing di Desa Kerjen, Srengat, Blitar, Jawa Timur.
Sebelum masuk ke pembahasan, baca beberapa poin penting berikut ini lebih dulu.
- Semula, spotnya rahasia. Tetapi berhubung melihat banyaknya tukang setrum alias spiderman air tawar, aku kepikiran dengan aneh untuk membagikan semua spot mancing rahasia ini sekalian.
- Target ikan kebanyakan adalah ikan gabus, merah ganting, sepat, wader cakul, wader pari, uceng, dan nila/mujair. Kadang-kadang, ada juga gurame yang sama-sama kita percayai berasal dari kolam ikan yang jebol saat musim hujan. Oh, jangan lupakan yuyu sungai yang, bagaimana pun, tetap akan selalu ada di spot ini. Jadi, sesuaikan peranti mancingmu dengan ikan target jika mau ke sini.
- Tidak ada garansi anti-boncos. Boncos adalah darah-daging kita. Maka, kalau jarak dari lokasimu ke Desa Kerjen itu lebih dari satu jam, ada baiknya tidak usah ke sini kalau memang tidak ada acara lain. Soalnya, meminjam kata orang Jawa, ora sumbut.
- Semua foto merupakan dokumen pribadiku sendiri. Begitu pula dengan semua informasi yang berlandaskan pengalaman pribadi. Artinya, kau tetap boleh mengambil sebagian/seluruh foto, mengutip sebagian/seluruh informasi, tapi tolong, sertakan sumber bahwa itu berasal dari blog rum.web.id dengan menyertakan link aktif ke sini.
Nah, setelah semua poin-poin di atas, langsung saja masuk ke spot-spotnya.
Spot mancing Desa Kerjen, Srengat, dan sekitarnya
Sore hari menjadi waktu yang sangat ramai. Tadi saat aku mengambil foto sebagai bahan informasi di blog ini, ada berjejer-jejer pemancing di sana.
Berhubung kemaluan, eh, bukan, rasa malu yang besar, aku hanya mengangguk menyapa tanpa berhenti.
Desa Kerjen bisa kautempuh melewati perempatan Togogan ke arah selatan. Atau, SPBU Lempung ke arah utara.
Di sana, ada begitu banyak sungai irigasi persawahan. Lengkap dengan dam kecil yang menjadi inti utama pembahasan kita dalam spot mancing Desa Kerjan, Srengat kali ini.
1. Dam pertama dari arah Togogan

Ada sebuah cerita yang sepertinya perlu aku bubuhkan terkait dam tersebut. Jujur, aku tidak tahu namanya. Kita sepakati saja sebagai dam pertama.
Bahwa, di sana bait pump milikku seharga Rp85 ribu terjatuh. Bahannya metal. Berhubung sayang kalau ditinggalkan, aku mencebur ke dam yang kuanggap dangkal. Ternyata tidak. Kedalamannya mengerikan. Sampai dadaku. Kupikir hanya sampai paha, ternyata di bawahnya ada lumpur yang membuatnya semakin dalam.
Hasilnya adalah bait pump itu tidak ketemu. Sedang aku mendapat basah kuyup.
Nah, ini spot yang luar biasa. Kalau ke sini, kau cukup ke arah selatan dari perempatan Togogan sekitar 200 meter. Setelah itu akan menemui jembatan sungai. Melipir saja dari sisi selatan ke arah kanan (barat), dan 20 meter kemudian kau sampai di sini.
Aku sering mancing di spot ini menggunakan umpan racikan Rasbora atau Tanago. Tetapi kalau pas agak ingin mendapat ikan besar, aku akan beralih ke umpan mata jagung.
Targetnya sudah jelas. Ikan merah ganting.
Di sini, ukurannya lumayan besar, hingga tiga jari. Itu ukuran yang sudah tergolong merah ganting purba. Bahkan kalau tidak sengaja melihat ikan-ikan itu dari atas, kau akan mengira itu adalah hampala.
Mancing siang hari saat panas ngentang-ngentang di dam pertama ini bukan jadi soal. Sebab, kau bisa bersembunyi dari sengatan matahari dengan mancing di bawah jembatan.
2. Bagian atas dam

Tidak perlu pindah dulu.
Bagian atas dam tersebut jugalah merupakan spot mancing yang cukup menjanjikan di Desa Kerjen, Srengat, Blitar.
Namun, berhubung air sungai tidak mengalir, targetnya akan berubah.
Semula merah ganting menjadi ikan gabus. Semula microfishing menjadi macrofishing.
Namun, kalau kau tetap mau mancing ikan kecil. Akan lebih masuk akal menarget ikan wader (cakul maupun pari), serta ikan sepat.
Beda dengan spot mancing Balong Kawuk, ikan sepat di spot ini doyan apa saja.
Entah itu umpan microfishing maupun cacing merah. Bahkan, aku sempat panen sepat hanya dengan keong sawah berwarna kuning yang beracun itu! Keong yang hanya kupotong kecil-kecil pakai gunting. Sepatnya makan. Lahap.
3. Dam Seng Kerjen

Beranjak dari spot dam pertama tadi lanjut ke arah selatan sekitar 300 meter. Akan ada sebuah spot mancing di Kerjan yang begitu terkenal, sebutannya sampai terdengar olehku yang bukan orang sini, itu adalah Dam Seng.
Kalau sekarang, barangkali kita boleh menyebutnya sebagai Dam Seng mangkrak dan bobrok. Andaikan atapnya tidak rusak, mancing siang hari di sini akan terasa tetap teduh.
Lokasinya tidak jauh dari jalan utama. Atap yang rusak itu sudah kelihatan saat kita melewatinya.
Untuk ikan targetnya sama dengan spot sebelumnya. Soalnya, itu memang merupakan satu aliran di mana dam pertama menjadi hulu sungainya.
4. Bagian atas Dam Seng

Kita bisa tetap percaya diri mancing di spot ini meski populasi tukang setrum melimpah tak terbantahkan. Sebab, ukuran sungainya cukup besar. Setidaknya, ada sebuah harapan sebagian ikan bisa kabur dari sengat listrik tukang setrum itu.
Spot mancing di Desa Kerjen berikutnya juga masih berada di atas Dam Seng itu sendiri.
Dan ini juga merupakan spot rahasia. Karena banyak pemancing yang merasa tidak yakin di situ ada ikannya. Lantas tidak jadi memancing di bagian atas ini.
Kalau tepat di atasnya memang sulit. Ikannya itu ada di ujung sana.
Kita perlu jalan lewat pinggir sampai menemukan sungai yang berbelok. Tepat setelah belokan itu, ikan merah ganting purba berkumpul.
Di sana merupakan sungai vegetasi yang banyak ditumbuhi rumput di pinggir sungainya. Ikan-ikan itu sering bersembunyi menunggu umpan dari pemancing yang mau mengerahkan sedikit tenaga dan keberanian untuk mancing di sana.
Selain itu, airan sungai berkelok menjadi tempat favorit ikan-ikan itu. Jika beruntung, kau akan mendapati ikan nila babon, gurame jebolan kolam, atau ikan gabus raksasa yang nyasar.
5. Jembatan Singo Kerjen

Kalau salah menyebut nama tolong benarkan. Aku dulu sempat mendengar dari teman mancing kalau nama jembatan yang berwarna kuning itu adalah Jembatan Singo. Dan sialnya, aku luput membaca kondisi saat itu apakah teman mancingku sedang serius atau bercanda belaka.
Spot mancing Kerjen, Srengat berikutnya adalah sebelah timur jembatan yang berwarna kuning itu.
Kita perlu ke arah selatan cukup jauh, sekitar 2 km dari Dam Seng, hingga melewati tugu keluar Desa Kerjen.
Targetnya lebih terbatas, yaitu ikan wader, uceng, dan ndaringan/keting/garitel. Orang yang nguceng --mancing target uceng-- sering menjadikannya spot yang layak.
Soalnya, ucengnya banyak dan gendut-gendut berukuran satu kelingking. Struktur sungai berbatuan-dangkal mendukung uceng-uceng tinggal.
Kalau di spot ini masalahnya bukan lagi tukang setrum, tetapi peternak yang angon bebek. Peternak itu sering membiarkan bebek mencari makanan sendiri dengan cara umbar/umbaran di sungai.
Sekarang, tepat di seberang spot ada kios es degan yang dapat menjadi penolong kehausan seperti oase di tengah gurun pasir. Juga tukang penjual pentol cilok yang seringkali mangkal di sana.
Kalau tidak mendapat ikan karena sudah diembat bebek, setidaknya kau mendapat suasana sore di kali sawah pinggir jalan raya yang damai dan tidak ramai. Sembari makan pentol dan minum es degan.
Kedamaian menikmati suasana untuk mengagumi ciptaan-Nya itu kupikir merupakan esensi memancing.
6. Gazebo pinggir sawah

Ini merupakan spot terakhir di jalur Togogan-Kerjen. Setelah ini, kita akan masuk ke spot yang lebih tersembunyi, masuk ke persawahan lebih dalam hingga tembus Desa Karanggayam.
Nah, untuk menuju ke gazebo ini, kita perlu balik ke utara sekitar 1 km dari Jembatan Singo. Berada di barat jalan, dari jalan utama masih kelihatan.
Saat melewatinya sore hari aku sering melihat banyak orang mancing di sana. Juga di sepanjang aliran sungai yang membujur timur-barat.
Memang, sungainya sempit dan dangkal. Tetapi jangan salah, kalau pas musim hujan sungai itu membawa air, juga ikan. Itulah target pemancing di spot ini.
Ikan-ikan yang turut terbawa saat sungai irigasi mengalir deras.
Jika saat momentum itu datang, targetnya adalah ikan wader cakul babon, merah ganting segerombol, anakan/nener ikan nila, ikan lele yang keluar dari lubang, ikan gabus kelaparan, dan ikan sungai yang mungkin makan umpan.
7. Spot mancing Kerjen tengah sawah

Seperti yang aku katakan, kita akan menjelajahi persawahan lebih dalam untuk membongkar mana saja spot mancing Kerjen yang selama ini menjadi rahasia.
Bertolak dari spot gazebo di poin 6 tadi. Kau hanya perlu lurus masuk sawah mengikuti jalan yang ada. Nanti akan melewati pabrik pupuk, terus saja lalu belok ke arah kiri (barat).
Spot mancing tengah sawah yang pertama kali kau dapati adalah ini. Sebuah dam kecil yang dangkal dan teduh. Soalnya, kau bisa mancing di bawah pohon itu.
Hanya saja, lagi-lagi, spot mancing di sini kurang menjadi favorit kalau bukan musim banjir sungai. Soalnya saat air dangkal, ikannya terbatas.
Jika memang begitu, mari lanjut ke spot berikutnya.
8. Sepanjang aliran sungai sampai lihir

Spot berikutnya yang kumaksud ya tetap berada di aliran sungai itu. Lurus saja ke barat sambil tengok-tengok kira-kira mana spot mancing yang syahdu dan agak dalam airnya.
Kira-kira saja di mana ikan-ikan berkumpul. Biasanya di lokasi sungai yang agak dalam, teduh, dan ada rumpun sebagai persembunyiannya.
Tadi saat aku mengecek lokasi, ada banyak pemancing berjejer-jejer di aliran sungai ini.
Dari tegek yang mereka bawa, kemungkinan besar menarget ikan kecil seperti wader dan merah ganting (kalau pas ada). Atau uceng, entahlah. Rasa maluku terlalu besar untuk berhenti dan bertanya.
9. Dam Tengah Sawah

Kalau kita tetap lurus mengikuti sungai sampai hilir, akan sampai ke spot mancing Kerjen yang sering dibicarakan sebagai "Dam Tengah Sawah" itu.
Jadi, inilah spot tersebut.
Sebenarnya aku tidak yakin ini masih berada di Desa Kerjen atau sudah masuk Karanggayam. Lokasinya benar-benar sudah masuk persawahan sangat dalam.
Sayangnya, di sana sekarang tidak terlalu dalam. Barangkali hanya selutut. Namun saat banjir, itulah waktu ikan-ikan keluar dari persembunyian, berkumpul di bawah air terjun menanti makanan.
Kau bisa anggap ini sebagai saran, kalau aliran sungai landai saja (tidak deras), sebaiknya mancing di bagian atas dam. Yaitu spot sepanjang aliran sungai yang sudah kita bahas pada poin 8 barusan.
10. Tepat bagian atas dam

Tepat di bagian atas Dam Tengah Sawah, merupakan tempuran.
Tempuran adalah pertemuan dua aliran sungai atau lebih yang menyatu menjadi satu aliran. Itu favorit ikan-ikan berkumpul. Tidak ada arus yang terlalu kuat seperti di bawah dam.
Lokasinya juga teduh, kau tentunya dapat duduk bersila di bawah pohon ringin sambil mengurai sengkarut kehidupan yang ada di kepalamu pelan-pelan.
Ya, aku tahu rasanya saat berangkat memancing tidak bertujuan untuk mencari ikan. Hanya mencari sebuah tempat yang teduh, tempat sepi, untuk mencari semacam solusi.
11. Dam Tengah Sawah bagian barat

Sebenarnya, istilah Dam Tengah Sawah itu tidak merujuk pada satu lokasi tunggal. Ada dua (2) lokasi.
Pertama, yang sudah kita bahas di poin sebelumnya. Kedua, dam ini yang terletak tepat di sebelah barat dam pertama.
Khusus untuk lokasi ini, aku merasa agak ngeri entah kenapa. Rasa sepinya singklu yang menyeramkan. Saat aku datang tadi, ada dua ekor ular yang berenang di airnya. Lalu, buru-buru aku foto dan pergi lagi.
Di atas dam ada juga spot mancing yang sangat rimbun. Kupikir akan lebih pas memasang pancing jegok sore hari, mengeceknya keesokan pagi. Mungkin ada lebih banyak gabus berukuran besar kalau melihat penampakan spot yang rimbun itu.
Aku tidak pernah melihat orang mancing ikan di dam bagian barat ini. Biasanya hanya dam pertama tadi yang berada di timur, atau sungai tempuran di atasnya maupun sepanjang aliran ke arah timur.
12. Sungai tengah sawah Desa Karanggayam

Berhubung sudah terlanjur sampai sini, sekalian kita telusuri spot mancing Desa Karanggayam yang sama-sama berada di tengah sawah.
Dari dam tersebut, menuju ke arah selatan mengikuti jalan kecil persawahan. Ikuti saja sampai lurus, tidak perlu khawatir tersesat karena tembusannya merupakan jalan utama Karanggayam-Kunir.
Sungainya tampak lebih menjanjikan. Tepatnya, ini sudah berada di sebelah selatan tiang listrik yang membentang dari timur-barat.
13. Dam Karanggayam

Terakhir, kita tutup dengan spot Dam Karanggayam yang terlihat sama-sama menjanjikan ini.
Kalau ingin langsung menuju ke spot ini, akan lebih cepat lewat jalur selatan. Yaitu SPBU Lempung ke arah barat, lalu setelah tugu masuk Desa Karanggayam belok ke utara yang jalan aspal, bukan setapak.
Di sungai ini, dulu ada cukup banyak cakar lumut. Entahlah, sekarang masih ada atau sudah binasa. Toh, semua yang ada di dunia ikan kan sementara.
Rekomendasi umpan untuk menjelajahi spot mancing Kerjen
Jika entah kenapa kau tiba-tiba ingin untuk mancing ke spot-spot tersebut. Ada beberapa jenis umpan yang perlu dipahami, serta target ikan masing-masing.
Mengapa ini perlu? Aku pernah mancing ikan gabus dengan tahu goreng karena di spot yang aku pancingi terbiasa dikasih makan tahu. Maksudnya, kebiasaan ikan makan di sebuah spot memiliki andil besar terhadap umpan yang kita pilih.
| Umpan | Target |
|---|---|
| Cacing merah | Wader cakul dan pari. |
| Cacing wangi micro | Fokus uceng, wader kadang menyambar juga. |
| Ceremenje ukuran standar | Merah ganting, tetapi harus dipotong jadi dua lebih dulu. Lele (kalau ada). |
| Ceremenje kecil | Merah ganting sudah pas. Pakai kail nomor 2 tipe sode tipis tanpa lubang. |
| Umpan racikan microfishing. | Wader. Sebenarnya merah ganting juga mau, tapi keburu disambar wader atau uceng dulu, atau habis kena arus. |
| Jekutru (larva capung) | Fokus merah ganting dan wader cakul besar. Tidak perlu dipotong. |
| Rangas | Wader, uceng, merah ganting. Semua doyan. Semua galak. |
| Cacing plungker | Fokus ikan gabus/kutuk. |
| Lumut | Tidak ada. Soalnya di spot ada sangat banyak lumut. Meski ada nila, dia tidak mau makan lumut dari pemancing. Malahan, banyak pemancing yang cari lumut dari spot mancing Kerjen ini untuk mancing di bekas galpas sekitar Sungai Brantas. |
| Jangkrik | Tidak ada. Banyak pemancing lebih pilih ceremenje daripada jangkrik. |
| Laron | Merah ganting. Kalau ada laron, artinya musim itu musim hujan. Mancing dasaran-melayang menjadi teknik yang mantap. |
| Yuyu santan | Fokus merah ganting. Potong kecil-kecil kaki yuyu. |
| Yuyu biasa | Tetap bisa digunakan kalau tidak ada yuyu santan atau yuyu yang ganti cangkang. |
| Mata jagung | Fokus merah ganting. Wader dan uceng tidak doyan. Akan sangat pas jika kondisi air agak deras dan tidak terlalu jernih. |
| Pentol/cilok | Ini bukan umpan. Ini makanan yang bisa kaumakan saat mancing. |
Sebagaimana yang sudah aku sampaikan di bagian paling atas, bahwa semua informasi dalam catatan ini berlandaskan pengalaman pribadi. Yang mana bisa jadi pengalamanku tidak sebanyak pengalamanmu.
Artinya, informasi terkait umpan dan target sangat mungkin jatuh pada kekeliruan. Kau sebaiknya membawa lebih dari satu umpan agar mendapat tangkapan yang memuaskan.
Kalau boncos di spot mancing Kerjen, aku pikir itu sulit terjadi. Setidaknya, satu ekor wader akan kau dapatkan. Tetapi aku tetap tidak berani memastikan tidak akan boncos. Sebab, satu-satunya yang pasti dalam kehidupan adalah kematian.
Akhir kata
Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Begitu juga denganku.
Semua foto kuambil hari ini. Pada hari ini pula kutulis catatan di blog ini dan terbitkan. Jika aku mendapat informasi spot mancing Kerjen lainnya, tentu saja akan aku perbarui artikel ini.
Nah, untuk spot-spot mancing di daerah atau wilayah lain, akan aku susunkan jika ada waktu luang, dan cukup uang (sebagai operasional).
Kira-kira begitu dulu. Salam.
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi