DI DALAM LUKISAN MOETIDJO

Di dalam lukisan Moetidjo kaki tak bernama,
nurani tak berwajah, keindahan adalah makan malam
dan, setiba kata pada pinggan, kenyataan jadi asing.

Di dalam lukisan Moetidjo waktu kehilangan suara
merunut duka dari awal garis ditarik, warna disapu
dan, seperti setiap pikiran buruk lainnya, manusia
ditelanjangi hingga ke dosa paling akhir, batas
antara ruang gambar dan imajinasi tanpa sejarah.

Di dalam lukisan Moetidjo aku membaca biografi
bercampur dengan jadwal pameran guci antik dari
Cina dan puisi surealis dalam bahasa Perancis.

Di dalam lukisan Moetidjo kehadiran dibatalkan.

9 Juli 2016
Amato


Puisi di atas diambil sepenuhnya dari Facebook Amato Dix (facebook.com/amatosaja).

Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.

☕ Traktir kopi