Mencatat harga obat

Harga obat anak demam dan pilek Rp1.100.000,- dalam 10 tahun ke depan. Menjadi Rp6.100.000,- dalam 60 tahun, dan akan berevolusi Rp10.100.000,- dalam 100 tahun.
Tahun lalu, kalau aku tidak salah ingat, anak sakit. Membawanya ke Puskesmas depan pasar, lalu diperiksa dadanya dengan stetoskop. "Banyak dahak di dadanya," kata bidan. Setelah diresepkan obat, aku menebusnya di apotek sebelah Puskesmas tepat Rp100.000,-. Obat itu terdiri dari dua botol kecil cair dan sebungkus puyer.
Sekitar enam bulan lalu, anak kembali demam dan pilek. Lagi-lagi, aku membawanya ke Puskesmas depan pasar, lalu diperiksa dadanya dengan stetoskop. "Banyak dahak di dadanya," kata bidan yang sama. Setelah diresepkan obat, aku menebusnya di apotek sebelah Puskesmas. Ada kenaikan tepat Rp50.000,- menjadikan harga dua botol kecil dan sebungkus puyer menjadi Rp150.000,-.
Dan hari ini, pagi tadi, pola serupa terulang kembali. Anak kembali demam dan pilek, aku membawanya ke Puskesmas depan pasar itu lagi, lalu bidan yang masih sama memeriksa dengan stetoskop menggunakan gerakan yang itu-itu saja. Setelahnya, seperti yang bisa kautebak, bidan mengatakan bahwa banyak dahak di dadanya. Dia memberi resep obat dan aku menebusnya di apotek sebelahnya. Harganya naik tepat Rp50.000,- menjadikan dua botol kecil dan sebungkus puyer menjadi Rp200.000,-.
Pada akhirnya dalam sebuah perjalanan pulang, aku berbisik kepada anakku yang demam. "Nduk, kau sebaiknya sudahi demam dan sakit itu," kataku pelan. Aku tak tahu dia mendengar pesanku atau angin di atas motor.
Angin juga yang belakangan menjadi agak aneh. Rasa-rasanya dingin dan kering, dan di waktu bersamaan panas seperti gurun.
Begitulah aku menjadi curiga kalau-kalau harga obat anak demam dan pilek Rp1.100.000,- dalam 10 tahun ke depan. Menjadi Rp6.100.000,- dalam 60 tahun, dan akan berevolusi Rp10.100.000,- dalam 100 tahun. Itu pun kalau si bidan yang sama masih hidup sebelum dikepruk ndasnya oleh bapaknya anak yang terlampau geram dengan pola keparat kenaikan harga obat.
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi