UCAPAN SELAMAT HARI NATAL BUAT GURUKU IVERDIXON TINUNGKI, Amato Assagaf
Setelah sore di hari Natal.
Kaki langit berawan gemuk. Mimpi basah 3.2 megabyte. Manado di laci kerja walikota berwarna merah. Pandemi dan kisah vaksin yang gerimis. Aku yang diam-diam merindukan gadis di dalam puisimu yang penuh bambu. Iman yang gagap di misa pagi. Sebatang rokok dengan asap yang malas. Sakral yang menganga-nganga. Kapan Nusa Utara akan mengundangku mendengar lagu leluhurmu? Jelaga tua di dinding dapur. Lelaki yang belajar jatuh cinta. Lelaki bernama jejak hutan segitiga sama sisi. Lelaki dengan mulut berbau karbon monoksida. Lelaki di dalam film Krzysztof Kieślowski. Lelaki berkumis dengan mata yang beranjak tua. Lelaki itu.
Mungkin tuhan tak bisa mati karena dia tak pernah ada. Tapi kita tak bisa memaknai tiada tanpa cerita tentang salib di bukit Golgota, tiga puluh dua tahun setelah hari Natal yang pertama.
Selamat, guru. Kita masih di sini, juga di kini.
27 Desember 2020
Amato
Puisi di atas diambil sepenuhnya dari Facebook Amato Dix (facebook.com/amatosaja).
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi