Blog HTMLy yang cukup disayangkan

Dalam penjelajahan yang singkat di samudra internet, aku menemukan dua blog yang menggunakan CMS HTMLy. Itu adalah rmdzn.web.id dan nawan.my.id. Singkat saja, aku menyayangkan kedua blog tersebut enggan memasang komentar di blog mereka.
Tentu, perihal memasang komentar atau tidak merupakan keputusan masing-masing. Tetapi, bagi orang sepertiku yang meyakini bahwa menyediakan ruang diskusi di blog itu penting, tidak ada komentar di kedua blog tersebut membuatku merasa perlu menulis catatan ini.
Kedua blog yang kusebut di atas masih aktif, sangat aktif malahan. Melihat kategori yang ada, misalnya di rmdzn.web.id, tampak pemiliknya merupakan orang yang melek teknologi sekaligus pembaca yang militan.
Aku hanya ingin berkomentar di artikel https://rmdzn.web.id/blog/pindah-ke-htmly, bahwa penulisnya luput menulis kelemahan komentar dan pencarian.
"Semua kekurangan yang kau sebutkan sebenarnya, bagiku, merupakan kekurangan yang masuk kategori 'bisa dimaklumi'. Justru yang tampak paling jelas dan terang benderang adalah komentar yang mengharuskan integrasi dengan layanan pihak ketiga (ini pun sebenarnya juga bisa dimaklumi), dan fitur pencarian yang tidak --atau kurang-- presisi (ini pun sebenarnya juga bisa dimaklumi pula). Kalau ada kekurangan lain setelah menggunakan HTMLy beberapa waktu, itu adalah fitur 'simpan otomatis' yang cukup mengkhawatirkan, apalagi saat mengatur tanggal terbit yang berbeda dengan tanggal sekarang. Ada kemungkinan yang cukup besar artikel kita akan masuk 'Konsep' yang mana jika menghapusnya turut menghapus artikel yang ada."
Begitulah kiranya komentar yang ingin kutulis.
Soal 'bisa dimaklumi' karena memang semua kekurangan CMS HTMLy, terlepas dari apa pun, memang benar-benar bisa dimaklumi. Ini merupakan CMS gratis yang memiliki keikhlasan penuh. CMS ini tidak membutuhkan kontribusi apa pun dari kita, apalagi memaksa kita untuk menyumbang uang sebagaimana yang dilakukan pemerintah melalui pajak.
Apakah aku layak berbicara tentang blogging?
Kau barangkali curiga, kemudian muncul sebuah pertanyaan dari batok kepalamu, "Apakah orang ini, Rum ini, cukup layak berbicara tentang blogging?"
Jika memang ada pertanyaan demikian, barangkali aku memang tidak layak.
Tetapi, kembali lagi bahwa aku membicarakannya di blog pribadi, yang benar-benar pribadi, yang tidak ada aturan untuk menulis apa pun selain sesuai kehendakku.
Andai kau menganggap bahwa pendapatku tentang blogging adalah omong kosong, kau sah-sah saja melakukannya. Sebab, aku sendiri menyadari bahwa belum melek teknologi dengan mendalam. Kau bisa melihat perjalanan bloggingku di Mencatat blog.
Di sana, tidak akan kautemui perjalanan yang mengesankan. Aku hanya menggunakan platform gratisan blogger.com pada 2013 untuk mencontek, nomaden dari platform tersebut ke WordPress self-hosting, bolak-balik tanpa pernah menemukan sesuatu yang baru. Hingga akhirnya pada 2026 berlabuh di HTMLy.
Tetapi, aku cukup layak untuk menyarankan kepada blog rmdzn.web.id dan nawan.my.id untuk memasang komentar (entah Disqus, Cusdis, Facebook, pun lainnya) karena dua alasan. Pertama, mereka sama-sama menggunakan HTMLy sepertiku. Kedua, aku memberi ruang 'komentar' tersebut di blog rum.web.id ini.
Untuk apa blog jika tidak ada ruang diskusi?
Itu bukan blog, itu hanyalah tempat onani. Kau yang menulis, kau yang merasakan, dan kau sendiri yang menikmati pun menyesali.
Hehe...
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi