Perahu tambang adalah transportasi yang sering digunakan pemancing
Perahu tambang adalah alat transportasi yang sering digunakan pemancing untuk menyeberangi sungai besar. Perahu tambang dikenal juga sebagai "tambangan".
Secara pengertian, perahu jenis ini merujuk pada alat yang berupa tali tambang yang melintang dari satu sisi sungai ke sisi lainnya.
Operator atau nahkoda akan menarik perahu tersebut menggunakan tambang. Membuat perahu ini tidak berjalan ke depan, melainkan ke samping.
Perbedaan perahu tambang dengan kapal Titanic adalah; jika Titanic jalan maju ke depan, sedangkan perahu tambang jalan ke samping. Maka bolehlah kalau perahu tambang disebut juga sebagai "Titanic of Java/Titanic Jawa".
Namun fakta di lapangan, tambangan adalah alat transportasi umum yang murah dan cepat untuk menyeberangi sungai besar.
Baik kamu seorang pemancing ikan, pengendara sepeda motor, sopir mobil/truk, bahkan berjalan kaki atau naik sepeda ontel tetap bisa menggunakan fasilitas ini.
Ongkos Perahu Tambang atau Tambangan
Sebagai seorang pemancing, saya sendiri sering menggunakan perahu tambang atau tambangan untuk menyeberang sungai terpanjang kedua di Jawa Timur, Sungai Brantas.
Berikut ini daftar ongkos untuk menggunakan layanan jasa perahu tambang tersebut.
| Tipe | Ongkos |
|---|---|
| Jalan kaki/sepeda | 2.000 |
| Sepeda motor | 3.000, ada juga yang 2.000 biasanya tambangan kecil |
| Roda tiga | 8.000 |
| Roda empat (mobil kosong) | 12.000 |
| Roda empat (mobil/pickup isi) | 15.000 |
| Truk roda enam | 25.000 |
NB: Biaya tambangan sekali jalan berbeda-beda tergantung besar/kecilnya perahu dan lokasi/daerah
Jam buka perahu tambang berbeda-beda, ada yang beroperasi 24 jam, ada juga yang sudah tutup setelah pukul 10.
Jadi, sebelum kamu memutuskan untuk menyeberang, sebaiknya perhatikan atau cari informasi apakah tambangan itu buka 24 jam atau tidak.
Soalnya cukup ngeri-ngeri sedap jikalau terlanjur masuk ke area sungai yang notabene masih hutan atau alas, pukul 01.00 tengah malam, kondisi sedang gerimis dan becek, gelap gulita, dan sendirian.
Fakta Perahu Tambang yang Perlu Diketahui
Meski perahu tambang sudah sangat akrab bagi para pemancing, ada banyak fakta bahwa moda transportasi air ini sudah ada sejak 1990-an bahkan sebelumnya.
Sebutannya pun beragam, yang paling umum menyebut sebagai "getek" atau "tambangan".
Perahu ini memiliki lebar sekitar 2,5-3,5 meter dan panjang sekitar 10-15 meter. Kapasitas penumpang pun tergantung pada ukuran tambangan itu sendiri.
Jika tambangan kecil, umumnya dapat menampung hingga 10 sepeda motor, sedangkan kalau tambangan besar sekali jalan bisa menyeberangkan hingga 30 sepeda motor atau lebih.
Masa kejayaan perahu tambang (yang dulu masih menggunakan genter atau tongkat panjang sekitar tahun 1980-an.
Namun di masa sekarang, perahu tambang sudah ditambah dengan dayung besar otomatis di bagian belakang dan tali tambang besar di bagian depan agar bisa langsung ditarik.
Nahkoda perahu tambang dulu pasti berorot. Bukan tanpa alasan, dulu tambangan/getek tidak memiliki tali pengikat, sehingga harus maju lebih dulu, kemudian mengikuti arus sembari mendorong dengan kuat terus-menerus ke tepi sungai seberang.
Hati-hati saat naik dari perahu ke daratan jika kondisinya hujan dan curam. Bisa-bisa nanti ban kendaraan kamu nggiser alias berputar di tempat.
Mintalah bantuan ke operator tambangan untuk memberi tanah atau pasir agar pijakan ban lebih mantap. Atau, minta beberapa orang untuk naik ke kendaraan supaya memiliki berat untuk menjadi pijakan ban.
Sebenarnya, operator tambangan sudah tahu terkait keamanan naik/turun pengendara saat musim hujan.
Lainnya ...
Saya jadi teringat saat Nahrudin Hodja bertemu dengan seorang sufi di bagian 44 dari buku terbitan Kakatua.
Bersama seorang wali, Nasruddin melakukan perjalanan dari Karalar ke Aksehir. Ketika sampai di tepi sungai Kizilirmak, keduanya terhenti. Tak ada jembatan.
Sang wali menyeletuk, “Untungnya aku bisa berjalan di atas air. Setelah lima puluh tahun meditasi, kini tubuhku telah cukup ringan untuk menyeberang sungai tanpa perantara apa pun.”
Nasruddin terlonjak, “Lima puluh tahun? Lama sekali!”
Kemudian keduanya melihat tukang perahu tambang datang mendekat.
“Mengapa kita tidak minta tolong dia saja? Aku yang akan bayar!”
Di sana ada kata "perahu tambang", yang sebenarnya memberi kemudahan lebih ringkas dan cepat untuk membantu urusan menyeberang sungai alih-alih harus meditasi selama 50 tahun. hmm ...
Jadi, apakah kamu memiliki kenangan terkait perahu tambang? Saya sendiri juga teringat kenangan masa kecil bersama ibu dan almarhum ayah dulu sewaktu antre menunggu kedatangan perahu tambang mau menyeberang sungai besar.
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi