10+ Aturan tidak tertulis mancing
Aturan tidak tertulis mancing adalah apa saja yang boleh dan tidak boleh kamu lakukan ketika memancing ikan. Aturan seperti ini berkembang berdasarkan budaya dan kebiasaan pemancing. Oleh sebab itulah, mungkin saja di satu daerah dengan daerah lain memiliki aturan yang berbeda.
Apa sih tujuan memahami aturan seperti ini? Sebenarnya hanya untuk menciptakan atmosfer persahabatan dan keharmonisan antar pemancing.
Bagi kamu yang benar-benar hobi mancing ikan, tentu tidak ingin dari hobi ini menimbulkan dampak buruk. Maka, ikuti aturan agar setiap pemancing dapat menikmati momen berharga tiap detiknya.
Aturan Tidak Tertulis Mancing
Langsung saja, berikut beberapa aturan tidak tertulis saat mancing ikan.
1. Tidak Boleh Mengajak Pindah Spot/Pulang
Aturan tidak tertulis mancing yang pertama adalah tidak boleh mengajak pindah spot atau pulang. Apalagi kalau masih beberapa menit duduk di spot tersebut.
Perihal hal ini, seringkali dilakukan oleh seorang pemancing momentum, yaitu orang yang hobi memancing di waktu-waktu tertentu saja.
Jika kamu terpaksa ingin pindah spot atau pulang, alangkah bijak untuk pindah/pulang sendiri dengan cara berpamitan. Di awal sebelum berangkat mancing, bawalah kendaraan sendiri, agar nantinya lebih mudah kalau ingin pindah dan pulang.
2. Boleh Minta Umpan, Tetapi Jangan Setiap Kali
Contoh sederhana: kamu ingin mencoba umpan cacing. Lalu meminta umpan cacing ke pemancing di sebelahmu. Sebaiknya langsung ambil beberapa cacing sekaligus. Jangan hanya ambil satu, terus saat habis minta lagi.
Jangankan cacing, kamu minta pelampung, kail, timah, atau senar pun tetap dikasih. Tetapi kalau minta terus-terusan, tindakan itu bisa menimbulkan rasa tidak nyaman bagi pemancing bersangkutan.
Langsung ambil sak caruk, beres.
3. Jangan Mancing di Samping Pemancing yang Lebih Dulu
Setiap orang yang memancing pasti punya alasan yang berbeda-beda. Perhatikan bahwa tidak semua pemancing itu tujuannya mendapat ikan. Bisa saja ia mancing karena di rumah diomelin bini sampai kupingnya panas.
Mereka yang stres, membutuhkan waktu sendiri. Jangan ganggu waktu mereka itu dengan mancing di samping pemancing lain yang datang lebih dulu.
Tentu saja, kamu bisa menyapa dengan menanyakan, sudah dapat? atau sudah lama? Meski jawaban dari pertanyaan itu sudah jelas: masih dikit, baru juga duduk, dan sejenisnya.
Setelah itu, mancinglah setidaknya berjarak 5 meter atau lebih dari pemancing itu. Kalau kamu langsung mancing tepat di sampingnya, itu kurang baik.
4. Tukang Setrum Akamsi Tidak Bisa Diantemi
Setiap pemancing niscaya geram dengan tindakan eksploitasi mencari ikan pakai setrum. Kita menyebutnya tukang setrum atau PLN berjalan.
Sayangnya, ada sebuah aturan tidak tertulis mancing, meski tiba-tiba datang PLN berjalan dari arah hilir, kita tidak bisa serta-merta marah-marah kalau ternyata ia adalah akamsi (anak kampung sini).
Akamsi seperti wong seng nduwe ndunyo, mau nyetrum di depan pemancing pun tidak merasa bersalah.
Lantas, apa yang sebaiknya kita lakukan? Saran saya, segera beresin semua pancing. Nyalakan motor, ambil batu yang besar, lempar batu sambil berteriak anak loonnttteeeee!!!, lalu cepat-cepat gas motor kecepatan penuh. Jangan kembali ke spot itu minimal satu bulan.
5. Jangan Mengambil Air di Sekitar Pemancing
Kamu mendapatkan ikan saat mancing dan ingin memeliharanya di kolam? Sudah bawa timba, namun ingatlah aturan tidak tertulis mancing ini: jangan ambil air di sekitar pemancing. Terlebih kalau mancing pelampungan di spot tanpa arus.
Kalau nekat tetap ambil air pakai timba, akan membuat gelombang-gelombang yang bikin pemancing lain merasa tidak nyaman.
6. Mancing Malam Harus Mematikan Semua Lampu
Kemudian saat mancing malam, harus mematikan semua lampu. Entahlah, ini mitos atau bukan, konon katanya kalau ada lampu yang menyala, ikan-ikan tak mau makan.
Banyak orang yang baru mancing, dan belum tahu tentang aturan tidak tertulis ini, malah kena omelan oleh pemancing yang katanya suhu/panutan yang sudah senior.
Hanya nyalakan lampu saat merangkai pancing, memasang umpan, dan melepas ikan tangkapan. Selebihnya, biarkan malam yang gelap diselimuti hitam sepenuhnya.
7. Tidak Boleh Langsung Membicarakan Aroma Wangi saat Mancing Malam
Masih soal mancing malam, sebenarnya para pemancing malam itu kuat mentalnya. Indonesia terkenal dengan klenik, aroma wangi dan bunga seringkali dikaitkan dengan kemunculan makhluk halus.
Nah, kalau kamu mencium aroma wangi tersebut, atau bahkan langsung melihat sosoknya. Jangan langsung membicarakan saat itu juga.
Kamu bisa mengajak pindah spot, pulang, atau yang paling seru adalah tiba-tiba lari sekencang mungkin. Teman mancing kamu pasti kebingungan, ia akan ikut lari tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Bagaimana dengan alat pancing? Tidak ada waktu untuk merapikan, tinggalkan saja di spot itu. Besok diambil lagi, sambil berdoa semua alat pancing masih ada.
8. Nyegrek Bukanlah Mancing dan Ombyok Bukanlah Teknik Mancing
Nyegrek adalah menangkap ikan dengan kail yang dilempar dan ditarik dengan sangat keras, tanpa umpan. Sehingga, nyegrek bukanlah mancing, melainkan hanya menangkap ikan.
Aturan tidak tertulis mancing yang lain adalah ombyok atau gombyok. Mancing dengan banyak rangkaian kail itu sebenarnya bukan teknik mancing.
Sebenarnya, aturan ini lebih berlaku bagi mereka pemancing militan dan fanatik. Kalau pemancing nyantai seperti saya, bebaslah mereka mau mancing sambil salto sekali pun. Asalkan tidak mengganggu di sekitar spot mancing saya.
9. Tidak Boleh Casting di Sekitar Pemancing
Sudah jelas ya yang satu ini, kalau ada orang mancing pelampungan atau dasaran. Jangan lempar lure casting di titik yang ia pancing.
Kalau masih tetap ngeyel, berarti orang yang casting benar-benar guwendeng dan enggak tahu sopan santun.
Kecuali, kalau kamu casting duluan di spot itu. Bebas mau lempar ke mana saja. Mau lempar ke atas pohon juga terserah kamu.
10. Tidak Boleh Menjala di Sekitar Pemancing
Istilah untuk orang yang menjala ikan adalah spiderman. Jika kamu adalah spiderman, sebaiknya menjala di lokasi berjarak lebih dari 20 meter dari pemancing. Jika pemancing pergi, bolehlah menjala di spot itu.
Ya kali ikan mau makan umpan, tiba-tiba kamu datang langsung lempar jala. Kocak, itu namanya jaluk diantemi.
11. Tukang Setrum Halal Dilempar Batu dan Dipisuhi
Aturan ini harus berlaku secara universal di belahan bumi mana pun, yaitu: orang yang menyetrum ikan halal dilempar batu dan dipisuhi raine.
12. Meninggalkan Umpan di Spot Mancing
Khusus untuk pemancing yang menggunakan umpan berbau menyengat, contohnya: ayam tiren, usus bacem, brodot, umpan colek, atau kucur. Harus dibuang/dihanyutkan!
Hargai bahwa tidak hanya kamu yang mancing di spot itu. Dan, tidak semua pemancing mau mencium sisa umpan kamu.
Itulah beberapa aturan tidak tertulis mancing. Artikel ini akan saya update jika saya ingat ada aturan lain yang belum saya masukkan ke dalam daftar di atas. Kamu juga boleh menambahkan aturan lain melalui kolom komentar. Terima kasih~
Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.
☕ Traktir kopi