10+ Alasan seseorang perlu memiliki blog pribadi

Alasan seseorang perlu memiliki blog pribadi

Sebelum membahas alasan mengapa kau --dan siapa pun-- perlu memilikinya, kita sepakati dulu apa itu blog pribadi.

Blog pribadi adalah buku harian online. Titik.

Berhubung itu merupakan buku harian, yang akan berarti hanya untukmu, yang juga berarti tempat sangat privat sekaligus paling bebas untukmu, maka kau boleh menulis apa saja di dalamnya.

Kau tidak perlu memusingkan diri dengan pertimbangan aneh-aneh. Sebab, 1 kalimat yang ditulis sendiri lebih baik dari 10.000 kata yang ditulis AI.

Mari perlakukan blog pribadi sebagaimana seharusnya. Jangan mengotori kesuciannya dengan niatan mencari sesuatu seremeh uang.

Sehingga, pada permulaan ini perlu kusampaikan agar kau membaca cara menulis di blog pribadi.


1. Menjaga kewarasan

Menulis itu obat. Atau akan lebih tepat menyebut menulis sebagai salah satu bentuk terapi untuk menjaga kesehatan mental dan emosional.

Aku telah menulis panjang lebar terkait alasan ini dalam satu rumpun manfaat blog pribadi.

Dan, aku cukup percaya, mengapa aku sampai sekarang waras adalah Allah masih menghendaki untuk menulis. Kau bisa menggunakan 'buku harian online' tersebut untuk menulis apa saja.

  • Media curhat dan sambat sepertiku;
  • Meredakan stress dengan instan;
  • Tempat membuang emosi negatif dengan cara positif; atau
  • Memperbaiki suasana hati yang buruk.

Contoh paling mudahnya saat kau merasa sumpek karena bos keparat yang tidak tahu diri. Kau bisa menulisnya di blog dengan sebebas-bebasnya lalu melupakannya. Itu akan jauh lebih baik daripada menyimpan umpatan di dalam hati yang hanya akan membuat hatimu semakin berkerak.

Hanya dengan menulisnya, blog dapat menjelma tempat bebas dosa untuk melepas emosi di samping bersujud dan berdoa.


2. Mencari uang

Meski aku mengatakan "jangan mengotori kesucian blog pribadi dengan niat mencari uang", tetapi ada cukup banyak bloger yang mendapatkannya justru karena tidak mengejarnya.

Mencari uang dari blog itu sah-sah saja, namun sama sekali bukan tujuan utama.

Begini.

Kau perlu fokus pada tulisan yang rapi dan bagus lebih dulu. Pembaca yang terkesan karenanya akan memiliki citra tentangmu untuk kebutuhan mereka. Jika kau berhasil membantu kebutuhan itu, mereka akan memberikan imbalan berupa uang. Artinya, uang bukanlah tujuan utama. Itu hanyalah implikasi logis karena tulisanmu di blog bagus, atau sesuatu yang lain yang kau tampilan (dengan atau tanpa sadar) telah menyentuh mereka.

Contoh gampangnya, kau adalah seorang pembaca buku yang militan. Setiap buku baru yang terbit langsung kaubeli tanpa perlu menunggu versi bajakan rilis di situs PDF gratis. Kaubaca, kautulis ulasannya di blog, lantas dengan cerdiknya kaupasang tautan afiliasi ke tempat membeli. Kecerdikan kecil macam begitu dapat mengantarkanmu menjemput uang dengan cara yang baik-baik. Uang yang memiliki nilai kemuliaan dan kehalalan, bukan seperti uang yang dimakan para pejabat korup.

"Mengapa buku? Mengapa bukan yang lain?"

Tentu, kau bisa juga melakukan hal serupa untuk produk lain. Hanya saja, menulis tak akan terpisah dengan membaca; dan membaca cenderung mengarah ke buku.


3. Latihan menulis yang bagus

Alasan setiap orang perlu memiliki blog pribadi yang ini juga merupakan alasanku sampai sekarang. Aku merasa perlu memiliki, setidaknya satu, entah di platform gratisan macam blogger.com atau lainnya.

Aku sendiri menyadari tulisanku belum mencapai titik yang menurutku bisa kucapai. Latihan merupakan salah satu bentuk usaha untuk mencapainya.

Kau dan aku yang sama-sama merasa sebagai manusia biasa, mustahil bisa menulis bagus hanya mengandalkan bisikan dari langit tanpa latihan. Latihannya tidak lain berupa memperbanyak membaca dan menulis.

"Kenapa harus melalui proses sulit menulis itu sementara sekarang sudah ada kecerdasan buatan?"

Baiklah. Jika keyakinan dalam bentuk pertanyaan semacam itu muncul di kepalamu. Aku sarankan untuk lebih banyak membaca dan menulis karena sudah ada yang begeser di sana.

Menulis, akan membuatmu belajar merapikan ide dengan rapi dan jelas. Menulis dengan AI, membuat AI belajar merapikan ide dengan rapi dan jelas.

Kau sudah tahu manfaatnya kepada siapa.


4. Merekam kenangan

Sebenarnya, kau sangat bisa memulai blog pribadi tanpa perlu langganan domain dan hosting sama sekali. Gratis sepenuhnya. Blogmu akan tetap ada. Setidaknya sebelum kiamat teknologi.

Pun kalau ingin menjajal menyewa, ada begitu banyak pilihan yang harganya masih tergolong masuk akal. Seperti contohnya rum.web.id ini, yang terdiri dari sebuah domain seharga 65k/tahun dan hosting kere 50k/tahun; totalnya sekitar 115k/tahun (belum termasuk palak).

Blog tersebut seperti jembatan keledai yang hanya akan berarti untukmu karena menyimpan kenangan-kenanganmu. Dalam hal ini, kau tidak perlu menulis dengan membabi-buta agar disenangi. Tulislah kenangan itu satu per satu dengan jujur.

Anggaplah blogmu tidak ada yang membaca. Itu akan lebih baik untuk mendorong menulis apa pun dengan jujur.

Pun kalau tulisanmu masih buruk. Tetap tulis semuanya. Seiring berjalannya waktu jika kemudian hari tulisanmu sudah baik, kau akan tersenyum membacai setiap kenangan yang ada.

Kenangan adalah satu-satunya hal yang disisakan oleh Sang Waktu.

Apakah kau rela kenangan yang mustahil terulang dengan rasa sama itu terlewat begitu saja? Kehidupan kita di dunia fana penuh celaka ini hanya sekali. Kenangan membuatnya (agak) berwarna. Kupikir, menyerahkan kenangan untuk dilupakan bukan sesuatu yang dilakukan manusia. Setidaknya manusia yang mau berpikir.

Kenangan itu pula yang rasa-rasanya menjadi alasan seseorang urung menuntaskan bunuh diri.


5. Sarana bersyukur

Satu per satu hal baik dan buruk datang silih berganti. Kita menuliskan semuanya di blog pribadi. Kita akan mendapati bahwa ada hal buruk, dan lebih banyak hal baik terjadi pada kehidupan kita.

Kebaikan itu akan menyentuh sanubari, membuat jiwa ingin bersyukur meski dalam kondisi sengkarut yang luar biasa.

Cobalah! Kau akan mengalami sendiri apa yang kukatakan pada poin ini.


Nah, itulah alasan seseorang perlu memiliki blog pribadi.

"Lah, di judul disebut 10+ alasan, mengapa hanya lima?"

"Buat apa butuh lebih banyak jika lima saja sudah cukup menjawab seluruhnya?"

"Berarti judul itu bohong?"

"Hampir benar. Ini merupakan blog pribadi dan aku bebas menulis apa saja, termasuk judul yang tidak sesuai dengan isi."

"Ah, keparat kau ini. Selalu begitu."

"Mari abaikan judul itu. Kita fokus apakah isinya sudah cukup mendorongmu memiliki setidaknya satu blog pribadi atau belum?"

"Jika belum?"

"Itu berarti aku hanya menulis catatan yang tidak lebih dari omong kosong seperti sebelumnya."

Banyak orang yang bisa menulis tanpa makan, tetapi tidak tanpa kopi.

☕ Traktir kopi